Welcome to My Blog.....

Senangnya Bisa Berbagi Kepada Teman-teman Semua.....

Cari Blog Ini

Laman

Jumat, 26 Agustus 2011

Danau Nibung "Berkabung"





Danau Nibung "Berkabung"

SETELAH
menjelajahi keasrian alam PLG Seblat dua minggu lalu, perjalanan Tim Radutraveling dilanjutkan ke pesisir barat Provinsi Bengkulu. Kali ini, tim mencoba menelisik alam Mukomuko, tepatnya di Danau Nibung. Aset wisata ini terletak lebih kurang sejauh 5 Km dari pusat Kota Mukomuko. Mirisnya, danau ini tak seindah beberapa tahun silam. Andai saja alam di sekitar danau ini bisa mengekspresikan apa yang sedang dialaminya, tentu saat ini mereka sedang berkabung. Sebab maraknya perambahan hutan di Mukomuko, membuat alam di sekitar danau ini tak lepas dari tangan-tangan jail.
Pantauan RU di lokasi, hutan di sekeliling danau yang merupakan kawasan Cagar Alam (CA) ini sudah rusak dirambah. Konon, sebelum keberadaan hutannya dirambah oleh tangan-tangan tak bertanggungjawab, kawasan ini begitu alami, sejuk dan menawarkan kedamaian.
Menariknya pula, di kalangan masyarakat Mukomuko, berkembang mitos danau ini menyimpan berbagai misteri yang belum terjawab sampai sekarang. Sebagai contoh, dulu masyarakat kerap mendengar suara seperti dentuman lonceng jam kuno. Namun saat ini, tak pernah lagi terdengar suara yang belum diketahui dari mana sumbernya. Selain itu, konon katanya di kawasan danau ini banyak terdapat benda pusaka serta barang antik atau harta karun yang dikuasai bangsa jin.
Terlepas benar atau tidaknya informasi itu, sampai kini misteri itu belum terungkap. Sebab selama ini hal itu hanya sebatas cerita dari mulut ke mulut. Sampai saat ini, belum ada pembuktian menyangkut hal itu, kecuali soal suara lonceng jam yang berdentang keras apabila jam menunjukan pukul 12.00 WIB.
Keberadaan Danau Nibung memang tak seindah dulu lagi. Tak heran jika danau ini tak mampu mengundang daya tarik bagi wisatawan. Namun banyak masyarakat berpendapat, jika kawasan ini mendapatkan perhatian dan dikembangkan maksimal, kawasan ini mampu menghasilkan PAD dan bisa pula menggeliatkan ekonomi masyarakat.
Seperti diungkapkan salah seorang warga Mukomuko, Burman, 38 tahun, dia meyakini jika aset wisata ini terkelola serta mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, kawasan itu dapat memberi kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah. Tentunya jika Pemkab fokus dengan membangun berbagai fasilitas memadai,  seperti tempat bermain anak-anak, perhotelan dan beberapa fasilitas lain.
Sayangnya, Pemkab Mukomuko tampaknya belum fokus mengembangkan sektor pariwisata. Bahkan lahan dataran di kawasan Danau Nibung saat ini telah banyak dikuasai perseorangan. Kemungkinan pula, Pemkab masih mempertimbangkan antara untung atau ruginya jika kawasan danau ini dibangun serta dipoles sebaik mungkin.
Sebab menurut Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Parawisata (Disporabudpar) Kabupaten Mukomuko Ramdani SE, dia tidak yakin keberadaan danau itu bisa mengundang wisatawan dari luar daerah dan bisa menghasilkan pendapatan bagi daerah. Menurutnya, langkah yang dilakukan tak cukup sebatas konservasi terhadap hutannya saja. Karena kata Ramdani, masih banyak danau di daerah lain yang memiliki panorama alam indah dan alami. Kecuali, lanjutnya, di kawasan danau itu dibangun berbagai fasilitas memadai serta lengkap berbasiskan standar nasional. Seperti guest house atau perhotelan serta tempat-tempat hiburan lain. Tentunya hal itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Meski demikian, sejatinya Pemkab Mukomuko tetap memikirkan untuk melakukan pengembangan kawasan Danau Nibung. Langkah pengembangan danau itu sudah dimasukkan dalam Renstra. Sebagaimana  rencana awalnya, kemungkinan akan dibangun badan jalan yang mengelilingi DN yang memiliki 5 sudut menyerupai bintang. "Kalau untuk sekarang ini untuk menjaga kelestarian di kawasan danau, kita hanya bisa sebatas menghimbau agar warga tidak melakukan perambahan. Selain itu, butuh dilakukan reboisasi untuk mengembalikan keasrian danau," kata Ramdani. (aris- Radar Utara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.